Kunjungan Anda

Rabu, 06 Juni 2012

KULTUR JARINGAN


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

A
lhamdulillah, berkat Rahmat dan Hidayah Allah SWT, dalam rangka memenuhi tugas Biologi, akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul KULTUR JARINGAN. Tugas makalah ini memiliki tujuan antara lain untuk mengetahui pengertian kultur jaringan, mengetahui teknik serta tahapan pembuatannya, menganalisis kelebihan dan kekurangan dari teknik kultur jaringan, serta pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari
            Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya untuk diri kita sendiri, umumnya kepada para pembaca makalah ini.
            Akhirnya kami ucapkan terima kasih dan mohon maaf atas segala kekurangannya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.










Jakarta, 2 Oktober 2009


                                                                                                     Penyusun

i


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                                                     i
DAFTAR ISI                                                                                    ii
BAB  I.  PENDAHULUAN
-       Latar Belakang                                                                                           1
-       Perumusan masalah                                                                                 1
-       Manfaat Penulisan                                                                                     1
BAB  II.  PEMBAHASAN
A.  Pengertian Kultur Jaringan                                                                           2
B.  Teori Dasar                                                                                                        2
C.  Faktor-Faktor yang mempengaruhi                                                            3
D.  Tahapan yang dilakukan                                                                               4
E.  Teknik kultur jaringan                                                                                     6
F.   Syarat yang diperlukan                                                                                  7
G.   Keuntungan pemanfaatan kultur jaringan                                               7         
H.   Kekurangan pemanfaatan kultur jaringan                                               7
DAFTAR PUSTAKA                                                                      8






ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya 
Perumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini adalah mengenai pengertian kultur jaringan, membahas teknik serta tahapan pembuatannya dan tentunya akan membahas mengenai kelebihan dan kekurangannya. Telah kita ketahui bahwa kultur jaringan akan membawa pengaruh yang sangat besar sekali bagi pambudidayaan tanaman di masa sekarang ini.
 Manfaat Penulisan
Tentunya karya tulis inimemiliki manfaat baik bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut :
    Penulis bisa lebih memahami apa yang dimaksud dengan kultur jaringan beserta hal lainnya menegnai kultur jaringan
    Pembaca bisa mengetahui lebih dekat mengenai kultur jaringan.

 

 


1
BAB II PEMBAHASAN
KULTUR JARINGAN

Kultur jaringan dalam bahasa asing disebut sebagai tissue culture. Kultur adalah budidaya dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. jadi, kultur jaringan berarti membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya.Kultur jaringan akan lebih besar presentase keberhasilannya bila menggunakan jaringan meristem. Jaringan meristem adalah jaringan muda, yaitu jaringan yang terdiri dari sel-sel yang selalu membelah, dinding tipis, plasmanya penuh dan vakuolanya kecil-kecil. Kebanyakan orang menggunakan jaringan ini untuk tissue culture. Sebab, jaringan meristem keadaannya selalu membelah, sehingga diperkirakan mempunyai zat hormon yang mengatur pembelahan.
Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril.
Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional.
Teori Dasar Kultur Jaringan


a. Sel dari suatu organisme multiseluler di mana pun letaknya, sebenarnya sama dengan  sel zigot karena berasal dari satu sel tersebut (Setiap sel berasal dari satu sel).
b. Teori Totipotensi Sel (Total Genetic Potential), artinya setiap sel memiliki potensi genetik seperti zigot yaitu mampu memperbanyak diri dan berediferensiasi menjadi tanaman lengkap.                                                     2
Aplikasi Teknik Kultur Jaringan dalam Bidang Agronomi
a.    Perbanyakan vegetatif secara cepat (Micropropagation).
b.    Membersihkan bahan tanaman/bibit dari virus
c.    Membantu program pemuliaan tanaman (Kultur Haploid, Embryo Rescue, Seleksi In Vitro, Variasi Somaklonal, Fusiprotoplas, Transformasi Gen /Rekayasa Genetika Tanaman dll).
d.    Produksi metabolit sekunder.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Regenerasi
1.  Bentuk Regenerasi dalam Kultur In Vitro : pucuk aksilar, pucuk adventif, embrio somatik, pembentukan protocorm like bodies, dll
2. Eksplan ,adalah bagian tanaman yang dipergunakan sebagai bahan awal untuk perbanyakan tanaman. Faktor eksplan yang penting adalah genotipe/varietas, umur eksplan, letak pada cabang, dan seks (jantan/betina). Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagi eksplan adalah pucuk muda, batang muda, daun muda, kotiledon, hipokotil, endosperm, ovari muda, anther, embrio, dll.
3.  Media Tumbuh, Di dalam media tumbuh mengandung komposisi garam anorganik, zat pengatur tumbuh, dan bentuk fisik media. Terdapat 13 komposisi media dalam kultur jaringan, antara lain: Murashige dan Skoog (MS), Woody Plant Medium (WPM), Knop, Knudson-C, Anderson dll. Media yang sering digunakan secara luas adalah MS.
4.  Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Faktor yang perlu diperhatikan dalam penggunaan ZPT adalah konsentrasi, urutan penggunaan dan periode masa induksi dalam kultur tertentu. Jenis yang sering digunakan adalah golongan Auksin seperti Indole Aceti Acid(IAA), Napthalene Acetic Acid (NAA), 2,4-D, CPA dan Indole Acetic Acid (IBA). Golongan Sitokinin seperti Kinetin, Benziladenin (BA), 2I-P, Zeatin, Thidiazuron, dan PBA. Golongan Gibberelin seperti GA3. Golongan zat penghambat tumbuh seperti Ancymidol, Paclobutrazol, TIBA, dan CCC.
5. Lingkungan Tumbuh. Lingkungan tumbuh yang dapat mempengruhi regenerasi tanaman meliputi temperatur, panjang penyinaran, intensitas penyinaran, kualitas sinar, dan ukuran wadah kultur.

3
Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur   jaringan adalah :
     
1) Pembuatan media
      2) Inisiasi
      3) Sterilisasi
      4) Multiplikasi
      5) Pengakaran
      6) Aklimatisasi
untitled1   untitled2    untitled3
*      Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon. Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.                                                             4
Biasanya, komposisi media yang digunakan adalah sebagai berikut :
*      Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas.
*      Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.
*      Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.
*      Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri).
*      Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar.
5
Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.
Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. Saat ini sudah terdapat beberapa tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan, antara lain adalah: jati, sengon, akasia, dll.
Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik, bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari benih generatif, terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia. Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat.
TEKNIK KULTUR JARINGAN     :
  • Teknik kultur jaringan sangat sederhana, yaitu suatu sel atau irisan jaringan tanaman yang sering disebut eksplan secara aseptik diletakkan dan dipelihara dalam medium pada atau cair yang cocok dan dalam keadaan steril. dengan cara demikian sebaian sel pada permukaan irisan tersebut akan mengalami proliferasi dan membentuk kalus. Apabila kalus yang terbentuk dipindahkan kedlam medium diferensiasi yang cocok, maka akan terbentuk tanaman kecil yang lengkap dan disebut planlet. Dengan teknik kultur jaringan ini hanya dari satu irisan kecil suatu jaringan tanaman dapat dihasilkan kalus yang dapat menjadi planlet dalam jumlah yang besar.
untitled
  • Pelaksanaan teknik kultur jaringan tanaman ini berdasarkan teori sel sperti yang dikemukakan oleh Schleiden, yaitu bahwa sel mempunyai kemampuan autonom, bahkan mempunyai kemampuan totipotensi.
6
Totipotensi adalah kemampuan setiap sel, darimana saja sel tersebut diambil, apabila diletakkan dilingkungan yangsesuai akan tumbuh menjadi tanaman yang sempurna.Teknik kultur jaringan akan berhasil dengan baik
Syarat-syarat yang Diperlukan              :
·       Pemilihan eksplan sebagai bahan dasar untuk pembentukkan kalus
·       Penggunaan medium yang cocok
·       Keadaan yang aseptik dan pengaturan udara yang baik terutama untuk kultur cair. Meskipun pada prinsipnya semua jenis sel dapat ditumbuhkan, tetapi sebaiknya dipilih bagian tanaman yang masih muda dan mudah tumbuh yaitu bagian meristem, seperti: daun muda, ujung akar, ujung batang, keping biji dan sebagainya. Bila menggunakan embrio bagian bji-biji yang lain sebagai eksplan, yang perlu diperhatikan adalah kemasakan embrio, waktu imbibisi, temperatur dan dormansi.
KEUNTUNGAN PEMANFAATAN KULTUR JARINGAN
  • Pengadaan bibit tidak tergantung musim
  • Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat  (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10.000 planlet/bibit)
  • Bibit yang dihasilkan seragam
  • Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu)
  • Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah
  • Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama, penyakit, dan deraan lingkungan  lainnya
  • Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki
  • Metabolit sekunder tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu tanaman dewasa
 KEKURANGAN PEMANFAATAN KULTUR JARINGAN
  • Bagi orang tertentu, cara kultur jaringan dinilai mahal dan sulit.
  • Membutuhkan modal investasi awal yang tinggi untuk bangunan (laboratorium  khusus), peralatan dan perlengkapan.
  • Diperlukan persiapan SDM yang handal untuk mengerjakan perbanyakan kultur jaringan agar dapat memperoleh hasil yang memuaskan
  • Produk kultur jaringan pada akarnya kurang kokoh

7
DAFTAR PUSTAKA
             



















8



Dicotyledoneae

MATA KULIAH TAKSONOMI

Oleh :
Hendry Firmansyah
Jurusan Pendidikan Biologi IKIP PGRI Semarang 2008


 KELAS DICOTYLEDONEAE
1.       Subkelas Dialypetalae
a.       Annona squamosa (sirkaya).
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Subdivision     : Spermatophyta
Divisio            : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Sub Kelas       : Dialypetalae 
Ordo               : Polycarpicae
Famili              : Anonaceae
Genus             : Anona
Spesies            : squamosa

Deskripsi:
Sirkaya merupakan tanaman yang berasal dari daerah tropis. Buah sirkaya berbentuk bulat dengan kulit bermata banyak (serupa sirsak). Daging buah berwarna putih. Termasuk semak atau pohon yang meranggas dengan tinggi mencapai 10 m, daun berselang, sederhana, tulang daun menyirip, panjang 7-12 cm dan lebar 3-4 cm. Bunga muncul dalam tandan sebanyak 3-4 bunga, tiap bunga lebarnya 2-3 cm dengan enam daun bunga/kelopak, kuning hijau berbintik ungu di dasarnya. Buah biasanya bundara atau mirip kerucut cemara, diameter 6-10 cm dengan kulit berbenjol dan bersisik, daging buah berwarna putih.

b.       Anona muricata (sirsak).
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Subdivision     : Spermatophyta
Divisio            : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Sub Kelas       : Dialypetalae 
Ordo               : Polycarpicae
Famili              : Anonaceae
Genus             : Anona
Spesies            : muricata

Deskripsi :
Tanaman ini dapat mencapai tinggi 9 m. Di Indonesia sirsak dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 1000 m dari permukaan laut. Buah sirsak bukan buah sejati, yang ukurannya cukup besar hingga 20-30 cm dengan berat mencapai 2,5 kg. Buah sebenarnya adalah kumpulan buah-buah (buah agregat) dengan biji tunggal yang saling berhimpitan dan kehilangan batas antar buah. Daging buah sirsak berwarna putih dan memiliki biji berwarna hitam.

c.       Myristica fragans (pala).
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Subdivision     : Spermatophyta
Divisio            : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Sub Kelas       : Dialypetalae 
Ordo               : Polycarpicae
Famili              : Myristicaceae
Genus             : Myristica
Spesies            : fragans 

Deskripsi :
Merupakan pohon dengan ketinggian mencapai 7-8 m. batang keras dan berkayu. Daun berwarna hijau tua, pertulangan daun menyirip, bentuk daun lancet dengan ujung daun meruncing dan pangkal daun runcing. Memiliki tangkai yang pendek, duduk daun berselang-seling. Bunga tersusun dalam tandan dan muncul dari ketiak daun, berwarna putih. Buah pala memiliki daging yang tebal berwarna putih, di dalamnya terdapat biji yang diselubungi oleh lapisan kulit berwarna merah, biji bulat berwarna coklat kehitaman.

d.      Rosa sp (Mawar).
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Subdivision     : Spermatophyta
Divisio            : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Sub Kelas       : Dialypetalae 
Ordo               : Rosales
Famili              : Rosaceae
Genus             : Rosa
Spesies            : sp

Deskripsi :
Merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat, tinggi mencapai 2-5 m. Daun memiliki panjang 5-15 cm, duduk daun dua-dua berlawanan (pinnate). Daun majenuk yang tiap tangkai terdiri paling sedikit 3 atau 5 hingga 9 atau 13 anak daun, daun penumpu berbentuk lonjong, pertulangan menyirip, tepi beringgit, meruncing pada ujung daun dan berduri pada batang yang dekat ke tanah. Bunga terdiri dari 5 helai daun mahkota, warna bunga biasanya putih dan merah jambu atau kuning dan merah pada beberapa spesies. Bunga menghasilkan buah agregat (berkembamg dari satu bunga dengan banyak putik) disebut rose hips.

e.       Leucaena glauce (Lamtoro).
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Subdivision     : Spermatophyta
Divisio            : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Sub Kelas       : Dialypetalae 
Ordo               : Leguminosae
Famili              : Mimosaceae
Genus             : Leucaena
Spesies            : glauce

Deskripsi :
Merupakan pohon atau perdu, tinggi hingga 10 m. Percabangan rendah, banyak, dengan pepagan kecoklatan atau keabu-abuan, berbintil-bintil dan berlentisel. Ranting bulat torak, dengan ujung yang berambut rapat. Daun majemuk menyirip rangkap, sirip 3-10 pasang, daun penumpu kecil, segitiga, anak daun tiap sirip 5-20 pasang, berhadapan, bentuk garis memanjang, ujung runcing dan pangkal miring, permukaan beranbut halis dan tepi berjumbai. Bunga majemuk berupa bongkol bertangkai panjang yang berkumpul dalam malai berisi 2-6 bongkol, warna putih atau kekuningan, berdiameter 12-21 mm, di atas tangkai sepanjang  2-5 cm. Buah polong berbentuk pita lurus, pipih dan tipis dengan sekat-sekat diantara biji, berwarna hijau dan akhirnya coklat kering jika masak, memecah sendiri sepanjang kampuhnya. Berisi 15-30 biji yang terletak melintang dalam polongan.

f.        Mimosa pudica (Putri malu).
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Subdivision     : Spermatophyta
Divisio            : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Sub Kelas       : Dialypetalae 
Ordo               : Leguminosea
Famili              : Mimosaceae
Genus             : Mimosa
Spesies            : pudica

Deskripsi :
Merupakan tumbuhan dengan ciri daun yang menutup dengan sendirinya saat disentuh dan membuka kembali setelah beberapa lama. Batang berduri halus, berwarna ungu sampai hijau pada batang yang muda. Daun majemuk menyirip, bertepi rata dan memiliki letak daun yang berhadapan. Bunga berbentuk bonggol, berwarna ungu dengan tangkai panjang.

g.       Sesbania glandiflora (Turi).
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Subdivision     : Spermatophyta
Divisio            : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Sub Kelas       : Dialypetalae 
Ordo               : Leguminosae
Famili              : Mimosaceae
Genus             : Sesbania
Spesies            : glandiflora
 
Deskripsi :
Merupakan pohon dengan tinggi mencapai 10 m. Bentuk pohon dengan percabangan jarang, cabang mendatar, batang utama tegak, tajuk cenderung meninggi. Daun menyirip ganda. Bunga tersusun majemuk, mahkota berwarna putih, tipe kupu-kupu khas Faboideae. Buah polong, menggantung.

2.       Subkelas Monochlamydeae atau Apetalae.
a.       Ficus elastica (Karet Kebo, Karet Hutan)
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Subdivision     : Spermatophyta
Divisio            : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Sub Kelas       : Apetalae       
Ordo               : Urticales
Famili              : Moraceae
Genus             : Ficus
Spesies            : elastica

Deskripsi :
Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang, tinggi mencapai 20-30 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, warna coklat tua, permukaan halus, percabangan menyebar tak beraturan, keluar akar-akar menggantung dari cabang atau batang yang sudah besar. Daun tunggal, bertangkai, tersusun berseling, bentuk lonjong (elliptica), ujung dan pangkal meruncing (acuminatus), tepi rata, permukaan mengkilat (nitidus), panjang daun 10-15 cm dan lebar 5-7 cm, daun muda berwarna merah hati setelah hijau menjadi merah tua, kuncup daun muda tertutup dengan selaput bumbung (ocrea) berbentuk kerucut tajam berwarna merah muda. Bunga muncul di ketiak daun, berwarna merah kusam.

b.       Morus nigra (Murbei).
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Subdivision     : Spermatophyta
Divisio            : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Sub Kelas       : Apetalae       
Ordo               : Urticales
Famili              : Moraceae
Genus             : Morus
Spesies            : nigra

Deskripsi :
Merupakan pohon yang tumbuh cepat pada saat muda, namun kemudian tumbuh lambat dan tingginya jarang mencapai 10-15 m. Daun tunggal, bertangkai, berbentuk cuping dan bergerigi di bagian tepi, pertulangan daun menyirip. Buah murbei merupakan buah majemuk dengan panjang 2-3 cm, berwarna merah bila masih muda dan ungu tua bila sudah matang, dan dapat dimakan. Manfaat yaitu daunnya digunakan sebagai makanan ulat sutra, kayumya sering digunakan untuk lantai rumah atau mebel.

c.       Ficus benjamina (Beringin)
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Subdivision     : Spermatophyta
Divisio            : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Sub Kelas       : Apetalae
Ordo               : Urticales
Famili              : Moraceae
Genus             : Ficus
Spesies            : benjamina
Deskripsi :
Merupakan pohon besar, tinggi 20-25 m, berakar tunggang. Batang tegak, bulat, permukaan kasar, cokelat kehitaman, percabangan simpodial, pada batang keluar akar gantung. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak bersilang berhadapan, bentuknya lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 2-6 cm, lebar 2-4 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, kelopak bentuk corong, mahkota bulat, halus, kuning kehijauan. Buah buni, bulat, panjang 0,5-1 cm, masih muda hijau, setelah tua merah. Biji bulat, keras, putih.

d.      Ricinus communis (Jarak kepyar)
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Subdivision     : Spermatophyta
Divisio            : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Sub Kelas       : Apetalae       
Ordo               : Euphorbiales
Famili              : Euphorbia
Genus             : Ricinus
Spesies            : communis

Deskripsi :
Perdu berumur panjang (perennial), tinggi mencapai 12 m. Akar tunggang. Batang berbatang lunak, silindris, beruas, tegak, warna coklat kebiru-biruan, bagian dalam berlubang, permukaan halus, percabangan simpodial, arah cabang miring ke atas. Daun tunggal, bertangkai panjang, tersusun berseling (alternate), saat muda berwarna ungu setelah dewasa hijau tua, panjang 10-45 cm, lebar 20-45 cm, tepi bergerigi (serratus), pertulangan menjari (palmate), bercangap menjari 5-7 cangap, permukaan mengkilat (nitidus). Bunga majemuk, bentuk tandan muncul di ujung batang (terminalis), kelopak berwarna hijau, mahkota berwarna merah muda. Buah kotak (capsula), berlekuk tiga, berduri, panjang 3 cm, buah muda berwarna hijau-setelah tua menjadi hitam. Biji lonjong, berwarna coklat berbintik hitam.

e.       Phyllatus acidus (Ceremai)
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Subdivision     : Spermatophyta
Divisio            : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Sub Kelas       : Apetalae
Ordo               : Euphorbiales
Famili              : Euphorbia
Genus             : Phyllatus
Spesies            : acidus

Deskripsi :
Habitus : pohon, tinggi ± 10 cm. Batang : tegak, bulat, berkayu, mudah patah, kasar, percabangan monopodial, coklat muda. Daun : majemuk, lonjong, berseling, panjang 5-6 cm, lebar 2-3 cm, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, pertulangan menyirip, halus, tangkai silindris, panjang ± 2 cm, hijau muda. Bunga : majemuk, bulat, di ranting, tangkai silindris, panjang ± 1 cm, hijau muda, kelopak bentuk bintang, halus, mahkota merah muda. Buah : bulat, permukaan berlekuk, kuning keputih-putihan. Biji : bulat pipih, coklat muda. Akar : tunggang, coklat muda. (Hutapea, 1994).

f.        Piper betle (Sirih)
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Subdivision     : Spermatophyta
Divisio            : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Sub Kelas       : Apetalae       
Ordo               : Piperales
Famili              : Piperaceae
Genus             : Piper
Spesies            : betle

Deskripsi :
Habitus: tanaman merambat, tinggi mencapai 15 cm. batang sirih berwarna coklat kehijauan, berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daun tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, letak berselang seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas, panjang 5-8 cm dan lebar 2-5 cm. Bunga majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5-3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5-6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat, berwarna hijau keabi-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan.

3.        Subkelas Sympetalae
a.       Rhododendron sp (Azalea).
Kingdom        : Plantae
Division          : Spermatophyta
Subdivision     : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Subkelas         : Sympetalae
Ordo               : Ericales
Famili              : Ericaceae
Genus             : Rhododendron
Spesies            : Rhododendron sp.

Deskripsi :
 
b.       Allamanda chatartica (Golden-trumpet).
Kingdom        : Plantae
Division          : Spermatophyta
Subdivision     : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Subkelas         : Sympetalae
Ordo               : Contortae
Famili              : Apocynaceae
Genus             : Allamanda
Spesies            : cathartica

Deskripsi :
Tumbuhan perdu, perenial, tinggi mencapai 4 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, terkulai, warna hijau, permukaan halus, percabangan monopodial, arah cabang terkulai. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berhadapan (folia opposita), warna hijau, bentuk jorong, panjang 5-15 cm dan lebar 2-5 cm, helaian daun tebal, ujung dan pangkal meruncing (acuminatus), tepi rata, permukaan atas dan bawah halus, bergetah. Bunga majemuk, bentuk tandan (racemus), muncul di ketiak daun dan ujung batang, mahkota berbentuk corong berwarna kuning, panjang mahkota 8-12 mm, daun mahkota berlekatan. Buah kotak (capsula), bulat, panjang ± 1,5 cm, bentuk dengan bji segitiga, berwarna hijau pucat saat muda-setelah tua menjadi hitam.

c.       Plumeria acuminata (Kamboja).
Kingdom        : Plantae
Division          : Spermatophyta
Subdivision     : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Subkelas         : Sympetalae
Ordo               : Contortae
Famili              : Apocynaceae
Genus             : Plumeria
Spesies            : acuminata

Deskripsi :
Tanaman kamboja mempunyai pohon dengan tinggi batang 1,5-6 m, bengkok, dan mengandung getah. Rantingnya besar, daun berkelompok rapat pada ujung ranting, bertangkai panjang, memanjang berbentuk lanset, panjang daun 20-40 cm, lebar 6-12,5 cm, ujung meruncing, pangkal menyempit, tepi rata, tulang daun menyirip. Bunga dalam malai rata, berkumpul diujung ranting, kelopak kecil, sisi dalam tanpa kelenjar, mahkota berbentuk corong, sisi dalam berambut, sisi luar kemerahan atau putih, sisi dalam agak kuning, putih atau merah, berbau harum. Tangkai putik pendek, tumpul, lebar, bakal buah 1 atau 2, saling berjauhan, berbentuk tabung gepeng memanjang, panjang 18-20 cm, lebar 1-2 cm, berbiji banyak, biji bersayap, tanpa kuncung rambut, ketika masih muda berwarna hijau, setelah tua hitam kecoklatan (Steenis, 1976; Dalimartha, 1999)

d.      Ipomoea reptansi (Kangkung).
Kingdom        : Plantae
Division          : Spermatophyta
Subdivision     : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Subkelas         : Sympetalae
Ordo               : Tubiflorae
Famili              : Convolvulaceae
Genus             : Ipomoea
Spesies            : reptansi

Deskripsi ;
Merupakan tumbuhan air, menjalar atau tegak. Batang silindris, hijau pucat, licin, bagian dalam berongga, beruas dan sebagai tempat keluarnya akar. Daun licin, panjangnya 5-6 inci, permukaan halus, daun bentuk anak panah, bertangkai panjang, letak daun berselang. Bunga berwarna putih yang menghasilkan kantung yang mengandung empat biji benih, muncul dari ketiak daun.

e.       Solanum tuberosum (Kentang).
Kingdom        : Plantae
Division          : Spermatophyta
Subdivision     : Angiospermae
Kelas               : Dicotiledoneae
Subkelas         : Sympetalae
Ordo               : Tubiflorae
Famili              : Solanaceae
Genus             : Solanun
Spesies            : tuberosum

Deskripsi :

f.        Solanum melongela (Terung).
Klasifikasi :
Kingdom        : Plantae
Division          : Spermatophyta
Subdivision     : Angiospermae
Kelas               : Dicotiledoneae
Subkelas         : Sympetalae
Ordo               : Tubiflorae
Famili              : Solanaceae
Genus             : Solanum
Spesies            : melongela

Deskripsi :
Merupakan tanaman tahunan. Tumbuh dengan tinggi mencapai 40-150 cm. Batang bulat, permukaan kasar, kadang berduri, percabangan simpodial. Daun tunggal, bertangkai, permukaan atas kasar, pertulangan menyirip, bentuk daun jantung dengan ujumg daun meruncing, tepi bergelombang, panjang 10-20 cm dan lebar 5-10 cm. Bunga berwarna putih keunguan, dengan lima corolla, benang seri berwarna kuning. Buah berdaging, merupakan buah berry, biji kecil tersebar pada buah.

g.       Ocimum basilicum (Kemangi).
Klasifikasi :
Kingdom        : Plantae
Division          : Spermatophyta
Subdivision     : Angiospermae
Kelas               : Dicotiledoneae
Subkelas         : Sympetalae
Ordo               : Tubiflorae
Famili              : Labiatae
Genus             : Ocimum
Spesies            : basilicum

Deskripsi :
Kemangi adalah tanaman tahunan dengan tinggi 2-3 kaki. Batang bentuk persegi, berwarna hijau (biasanya kayu di dasar). Daun bentuk bulat telur, bertangkai, memiliki daun pelindung yang kecil, duduk daun berlawanan, hijau, permukaan daun kasar. Bunga tersusun atas tandan, muncul di ujung batang, berwarna putih atau ungu, bunga di atur dlam whorls yang mengelilingi batang, satu lingkaran di atas yang lain.

h.       Tectona grandis (Jati).
Klasifikasi :
Kingdom        : Plantae
Division          : Spermatophyta
Subdivision     : Angiospermae
Kelas               : Dicotiledoneae
Subkelas         : Sympetalae
Ordo               : Tubiflorae
Famili              : Verbenaceae
Genus             : Tectona
Spesies            : grandis

Deskripsi :
Pohon besar dengan batang yang bulat lurus, tinggi mencapai 18-20 m. Kulit batang cokelat kuning keabu-abuan, terpecah-pecah dangkal dalam alur memanjang batang. Daun umumnya besar, bulat telur terbalik, berhadapan, dengan tangkai yang sangat pendek. Daun berbulu halus dan mempunyai rambut kelenjar di permukaan bawahnya, daun muda berwarna merah darah apabila diremas. Bunga majemuk terletak dalam malai besar 40 x 40 cm atau lebih besar, berisi ratusan kuntum bunga tersusun dalam anak payng menggarpu dan trletak di ujung ranting, taju mahkota 6-7 buah, keputih-putihan. Buah berbentuk bulat agak gepeng, 0,5-2,5 cm, berambut kasar dengan inti tebal, berbiji 2-4, buah tersungkup oleh perbesaran kelopak bunga yamg melembung menyerupai balon kecil.

i.         Coffea arabica (Kopi).
Klasifikasi :
Kingdom        : Plantae
Division          : Spermatophyta
Subdivision     : Angiospermae
Kelas               : Dicotiledoneae
Subkelas         : Sympetalae
Ordo               : Rubiales
Famili              : Rubiaceae
Genus             : Coffea
Spesies            : arabica

Deskripsi :
Tanaman liar yang tumbuh antara 9-12 m, dan mempunyai sistem percabangan terbuka. Daun berlawanan, bentuk oval atau ellips, panjang 6-12 cm dan lebar 4-8 cm, berwarna hijau tua mengkilap. Bunga berwarna putih, dengan diameter 10-15 mm dan tumbuh di ketiak. Buah adalah buah berbiji (walaupun biasanya disebut sebagai buah “berry”), diameter bunga 10-15 mm, jika masak berwarna merah terang dan biasanya berisi dua biji.

j.         Gardenia agusta (Kaca Piring).
Klasifikasi :
Kingdom        : Plantae
Division          : Spermatophyta
Subdivision     : Angiospermae
Kelas               : Dicotiledoneae
Subkelas         : Sympetalae
Ordo               : Rubiales
Famili              : Rubiaceae
Genus             : Gardenia
Spesies            : agusta

Deskripsi :
Tinggi tanaman 1-3 m, merupakan tanaman hias. Daun berbentuk bulat telur, tebal, permukaan daun berwarna hijau tua yang mengkilat. Bunga hanya muncul sekuntum di ujung-ujung tangkai, mempunyai 6 daun mahkota. Bungasewaktu baru mekar berwarna putih bersih, tapi sedikit-sedikit berubah menjadi krem kekuningan. Bunga beebau sangat harum. Buah berwarna kuning dengan daun kelopak yang masih menempel, bentuk oval dan tidak akan retak walaupun sudah matang atau kering.

k.       Citrullus vulgaris (Semangka).
Klasifikasi :
Kingdom        : Plantae
Division          : Spermatophyta
Subdivision     : Angiospermae
Kelas               : Dicotiledoneae
Subkelas         : Sympetalae
Ordo               : Cucurbitales
Famili              : Cucurbitaceae
Genus             : Citrullus
Spesies            : vulgaris

Deskripsi :
Habitus : merambat, semusim, panjang 3-5 m. Batang : bersegi, lunak, percabangan simpodial, berambut, hijau. Daun : tunggal, lonjong, tepi bergelombang, ujung runcing, pangkal bertoreh, panjang 8-15 cm, lebar 5-8 cm, tangkai silindris, panjang 3-7 cm, hijau, pertulangan menyirip, permukaan berbulu, hijau. Bunga : tunggal, berumah satu, di ketiak daun, kelopak bentuk lonceng, berbagi lima, panjang 6-8 mm, hijau, benang sari jumlah tiga, panjang 1-2 cm, putih, tangkai putik silindris, panjang ± 1,5 cm, kepala putik bentuk ginjal, putih, mahkota bentuk terompet, panjang 2-3 cm, kuning. Buah : buni, bulat, diameter 15-20 cm, permukaan licin, hijau. Biji : lonjong, pipih, putih kekuningan. Akar : tunggang, putih. (Syamsuhidayat dan Hutapea, 1991).

l.         Cucurbita moschata (Labu).
Klasifikasi :
Kingdom        : Plantae
Division          : Spermatophyta
Subdivision     : Angiospermae
Kelas               : Dicotiledoneae
Subkelas         : Sympetalae
Ordo               : Cucurbitales
Famili              : Cucurbitaceae
Genus             : Cucurbita
Spesies            : moschata

m.     Cosmos caudatus (Kenikir).
Klasifikasi :
Kingdom        : Plantae
Division          : Spermatophyta
Subdivision     : Angiospermae
Kelas               : Dicotiledoneae
Subkelas         : Sympetalae
Ordo               : Synandrae
Famili              : Asteraceae
Genus             : Cosmos
Spesies            : caudatus

Deskripsi :
Perdu dengan tinggi 75-100 cm dan berbau khas. Batang tegak, segi empat, beralur membujur, bercabang banyak, beruas berwarna hijau keunguan. Daunnya majemuk, bersilang berhadapan, berbagi menyirip, ujung runcing, tepi rata, panjang 15-25 cm, berwarna hijau. Bunga majemuk, bentuk bongkol, di ujung batang, tangkai panjang ± 25 cm, mahkota terdiri dari 8 daun mahkota, panjang + 1 cm, merah, benang sari bentuk tabung, kepala sari coklat kehitaman, putik berambut, hijau kekuningan, merah. Buahnya keras, bentuk jarum, ujung berambut, masih muda berwarna hijau setelah tua coklat. Biji keras, kecil, bentuk jarum, panjang ± 1 cm, berwarna hitam. Akar tunggang dan berwarna putih.

n.       Helianthus annuus (Bunga Matahari).
Klasifikasi :
Kingdom        : Plantae
Division          : Spermatophyta
Subdivision     : Angiospermae
Kelas               : Dicotiledoneae
Subkelas         : Sympetalae
Ordo               : Synandrae
Famili              : Asteraceae
Genus             : Helianthus
Spesies            : annuus

Deskripsi :
Herba anual (umurnya pendek, kurang dari setahun), tegak, berbulu, tinggi 1-3 m, ditanam pada halaman dan taman-taman yang cukup mendapat matahari, sebagai tanaman hias. Termasuk tanaman berbatang basah. Daun tunggal berbentuk jantung. Bunga besar/bunga cawan, dengan mahkota berbentuk pita disepanjang tepi cawan, berwarna kuning, dan ditengahnya terdapat bunga-bunga kecil berbentuk tabung, warna coklat.

o.       Garbera
Klasifikasi :
Kingdom        : Plantae
Division          : Spermatophyta
Subdivision     : Angiospermae
Kelas               : Dicotiledoneae
Subkelas         : Sympetalae
Ordo               : Synandrae
Famili              : Asteraceae
Genus             : Garbera
Spesies            : Garbera sp.

Deskripsi :